LAPORAN OBSERVASI
PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELEGENCE DI SEKOLAH DASAR SEKECAMATAN TELAGA BIRU
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Supervisi Pendidikan yang Diampuh Oleh Prof. Dr. Hi. Abdul Kadim Masaong, M.Pd dan Dr. Besse Marhawati, S.Pd, M.Pd
Oleh :
Kelompok 5
MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirabbil’alamin, puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan penelitian yang berjudul “Pembelajaran Berbasis Multiple Intelegence Sekolah Dasar Se-kecamatan Telaga Biru” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari pembuatan laporan penelitian ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Supervisi Pendidikan. Selain itu, laporan penelitian ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof.Dr.Hi.Abdul Masaong M.Pd, selaku dosen mata kuliah Supervisi Pendidikan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.
Kami menyadari, laporan penelitian yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi Kesempurnaan makalah ini.
Gorontalo, 4 Maret 2020
BAB 1
PENDAHULUAN
A. latar Belakang
Howard Gardner (1983) dalam terorinya tentang multiple intelegence atau kecerdasan majmuk menjelaskan cakupan potensi manusia. Teori ini telah memberikan sumbangan yang cukup besar bagi dunia pendidikan, yang sebelumnya lebih banyak memberikan fokus perhatian hanya pada sisi language dan mathematical intelligence. Menurut beliau IQ bukan satu-satunya alat ukur untuk mengetahui kemampuan seseorang, tapi disana ada kecerdasan-kecerdasan lain yang juga amat penting, yaitu: linguistik, logika-matematika, visual-spasial, musikal, fisik kinestesik, interpersonal (sosial), intrapersonal, dan naturalis.
B. Rumusan Masalah
Bagaiaman penyusunan program dan pelaksanaan integrasi nilai karakter berbasisi multiple intelligence
Bagaiamana pelaksanaan kegiatan inbound untuk mendukung kegiatan karakter berbasis multiple intelligence
Bagaimana pelaksanaan kegiatan iautbond untuk mendukung kegitan karakter berbasis multiple intelligence
Bagaimana pembinaan kompetensi pendidik dalam mengelola pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
Bagaimana proses penyusunan rencana kegiatan sekolah yang didalamnya memuat tentang pengelolaan pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
C. Tujuan masalah
Unrtuk mengetahui Bagaiaman penyusunan program dan pelaksanaan integrasi nilai karakter berbasisi multiple intelligence
Unrtuk mengetahui Bagaiamana pelaksanaan kegiatan inbound untuk mendukung kegiatan karakter berbasis multiple intelligence
Unrtuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan kegiatan iautbond untuk mendukung kegitan karakter berbasis multiple intelligence
Unrtuk mengetahui Bagaimana pembinaan kompetensi pendidik dalam mengelola pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
Unrtuk mengetahui Bagaimana proses penyusunan rencana kegiatan sekolah yang didalamnya memuat tentang pengelolaan pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
BAB II
KAJIAN TEORI
Penyusunan Program dan Pelaksanaan Integrasi Nilai Karakter Berbasis Multiple Intelligence dalam Mata Pelajaran
Teori multiple inteligensi atau kecerdasan majemuk ditemukan dan dikembangkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog perkembangan dan professor pendidikan dari Graduate School of Education, Harvard Univercity, Amerika Serikat.
Gardner mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata.Berdasarkan pengertian ini, dapat dipahami bahwa inteligensi bukanlah kemampuan seseorang untuk menjawab soal-soal tes IQ dalam ruang tertutup yang terlepas dari lingkungannya.Akan tetapi inteligensi memuat kemampuan seseorang untuk memecahkan persoalan yang nyata dan dalam situasi yang bermacam-macam.
Pelaksanaan Kegiatan Inbound Untuk Mendukung Penerapan Karakter Berbasis Multiple Intelligence
Pelaksanaan Kegiatan Outbond Sebagai Bentuk Aplikatif Penerapan Nilai Karakter Berbasis Multiple Intelligence
Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang disulasikan dan dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan antara intelegensia, fisik dan mental.
Pembinaan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam Mengelola Pendidikan Karakter Berbasis Multiple Intelligence Intelligence
Kompetensi Guru
Guru sebagai pendidik merupakan factor utama dalam menentukan keberhasilan peserta didik di dalam pendidikan formal. Itulah sebabnya setiap ada inovasi pendidikan, khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia dan kurikulum selalu bermuara pada guru.
Menurut Permendiknas No. 18 Tahun 2007 menyatakan bahwa sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik.Uji kompetensi tersebut dilakukan dalambentuk penilaian portopolio, yang merupakan pengakuan atas pengalaman professional guru dalam bentuk penilain terhadap kumpulan dokumen yang mencerminkan kompetensi guru. Komprtrnsi penilain portopolio mencakup ; (1) kualifikasi akademik; (2) pendidikan dan pelatihan; (3) pengalaman mengajar; (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran; (5) penilain dari atasan dan pengawas; (6) prestasi akademik; (7) kary pengembang profesi; (8) keikutsertaan dalam forumilmiah (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial; dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
Tujuan pendidikan dan pelatihan
Tujuan diadakannya pendidikan dan pelatihan di suatu organisasi atau instansi tertentu merupakansalah satu usaha untuk mendidik pegawai agara mau belajar dan memiliki motivasi untuk mampu mengembangkan keahlian (skill) tertentu.
Tujuan pendidikan dan pelatihan menurut Rivao(2004:231)
Membantu pegawai dalam membuat keputusan dn pemecahan masalah yang leboh efektif
Memberikan informasi tentag meningkatnya pengetahuan kepemimpinan, keterampilan komunikasi,dan sikap.
Membantu menghilangkan rasa takur dalam melaksankan tugas baru
Membantu pegawai mengalami stress, tekanan,frustasi dan konflik,
Membantu pegawai mendekati tujuan pribadi sementara meningkatkan keterampilan interaksi
Meningkatkan kinerja pada saat ini dan pada masa yang akan datang.
Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah yang Didalamnya Memuat Tentang Pengelolaan Pendidikan Karakter Berbasis Multiple Intelligence
BAB 3
METODE PENELITIAN
Jenis dan pendekatan penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memiliki tujuan untuk mencari kebenaran secara empiris, objektif, sistematis dan terorganisir.
Lokasi penelitian
Lokasi yang menjadi tempat kami melakukan minirisetada di beberapa sekolah diantaranya :
SDN 3 TELAGA BIRU
SDN 4 TELAGA BIRU
SDN 15 TELAGA BIRU
SDN 12 TELAGA BIRU
SDN 13 TELAGA BIRU
Sampel
Menurut Bailey (dalam Prasetyo, 2006 hlmn 119) “sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti”.Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai suatu gambaran populasi dan bukan populasi itu sendiri.Melihat pernyataan tersebut maka kami mengambil sampel penelitian secara acak (simple random sampling). Teknik acak ini memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih sebagai sampel. Sehingga kami mengambil sampel sebanyak 1 orang guru dari masing-masing sekolah.
Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian.Intrumen penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuesioner yang kami buat sendiri selaku peneliti.Instrumen dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan data yang akurat yaitu dengan menggunakan skala Likert.Sugiyono (2014, hlmn.134) menyatakan bahwa “skala Likert digunakan untuk mengukur suatu sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena sosial”.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis instrumen angket atau kuesioner.
BAB 4
PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Data yang terkumpul dari 5 instrumen penilaian yang disebarkan ternyata dapat dikembalikan semuanya dan siap untuk dianalisis. Dalam menganalisis data diperoleh dari responden dengan menggunakan persentasi dimana proses analisis diawali dengan mencari frekwensi masing-masing item pernyataan sesuai jawaban responden. persentasi jawaban dalam setiap item menggunakan rumus
P=f/n x 100%
Keterangan : p= persentasi yang dicari
F= jumlah frekwensi
N= jumlah responden
100% =bilangan tetap
Dalam menganalisis data yang ada dipaparkan dalam tabel yang berisi kategori jawaban. Serta persentasi masing-masing kategori jawaban responden yang mengacu pada batasan dan rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan, maka berikut ini diuraikan hasil temuan penelitian dengan analisis data sebagai berikut :
A. Penyusunan program dan pelaksanaan integrasi karakter barbasis multiple intelligence.
TABEL 1
SEKOLAH MELAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAM PENGINTEGRASIAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari tabel diatas terdapat 4 responden atai 80% menyatakatakan sekolah dasar di kecamatan telaga biru menggunakan program pengitegrasian nilai karakter bebasis multiple intelligence
TABEL 2
PERUMUSAN INDICATOR PEMBELAJARAN MENGACU PADA NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut semua responden mengatakan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru mengacu pada nilai multiple intelligence. Hal ini ditunjukan dengan 5 responden atau 100% manyatakan hal tersebut.
TABEL 3
PERUMUSAN TUJUAN MENGACU PADA NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE(INTELEKTUAL, EMOSIANAL DAN SPIRITUAL)
Dari data tersebut semua responden mengatakan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru mengacu pada nilai multiple intelligence. Hal ini ditunjukan dengan 5 responden atau 100% manyatakan hal tersebut.
TABEL 4
RELEVANSI TUJUAN PEMBELAJARAN DENGAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Jadi dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menggunakan relavansi tujuan pembelajaran berbasi multiple intelligence. Hal ini ditunjukan dari responden bahwa 5 atau 100% yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 5
SCENARIO KEGIATAN AWAL KEGIATAN AWAL DISUSUN BERDASARKAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menggunakan scenario kegiatan awal menggunakan nilai karakter. Hal tersebut ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 6
KEGIATAN AWAL MEMUAT PENYIAPAN AKTIVITAS FISIK DAN PSIKIS PESERTA DIDIK DENGAN SAPAAN DAN PEMBERIAN SALAM
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menggunakan kegiatan awal seperti penyiapan fisik dan psikis dengan menggunakan sapaan dan salam. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden menyatakan hal tersebut.
TABEL 7
KEGIATAN AWAL DILAKUKAN DENGAN MENGAJUKAN PERTANYAAM MENANTANG TENTANG NILAI KARAKTER YANG PERLU DIMILIKI SISWA
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan awal mengajukan pertanyaan tentang nilai karakter multiple intelligence di sekolah dasar kecamatan telaga biru. Hal tersebut ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 8
SKENARIO KEGIATAN INTI DISUSUN BERDASARKAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa scenario kegiatan inti disekolah dasar sekecamatan telaga biru mengacu pada nilai karakter berbasis multiple intelligence. Hal tersebut ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 9
KEGIATAN INTI DILAKUKAN SECARA EFEKTIF DAN MENGANDUNG NILAI KARAKTER MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan inti di sekolah dasar di kecamatan telaga biru dilaksanakan secara efektif dan mengandung nilai karakter multiple intelligence. hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% menyatakan hal tersebut.
TABEL 10
MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN YANG MEMUNGKINKAN TUMBUHNYA KEBIASAAN POSITIF SEBAGAI DAMPAK PENGIRING HASIL PEMBELAJARAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru melaksanakan tumbuhnya kebiasaan positif dan sebagai dampak pengiring hasil belajar. ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 11
MENGEMBANGKAN SUMBER BELAJAR YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan Sekolah dasar di kecamatan telaga biru menggunakan sumber belajar untuk perkembangan nilai karakter. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 12
MENGGAMBARKAN PROSES PEMBELAJARAN YANG MENANTANG DAN MEMOTIVASI PESERTA DIDIK UNTUK MELAKUKAN AKTIVITAS PERTUMBUHAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa disekolah dasar di kecamatan telaga biru menggambarkan proses pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk melakukan nilai karakter berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 13
MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN YANG BERSIFAT KONTEKSTUAL MERANGSANG AKTIVITAS SISWA BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru melaksanakan pembelajaran kontekstual yang berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan dari 4 atau 80% responden yang menyatakan mengacu pada semua nilai karakter.
TABEL 14
MENUMBUHKAN PARTISIPASI AKTIV PESERTA DIDIK DALAM MEMBENTUK MENTAL, FISIK,, PSIKIS DAN SOSIAL MELALUI INTERAKSI YANG BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menumbuhkan partisipasi aktiv untuk membentuk mental, fisik, psikis, social yang berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 15
SKENARIO KEGIATAN AKHIR PEMBELAJARAN DISUSUN BERDASARKAN NILAI KARAKTER MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menggunakan scenario kegiatan akhir berdasarkan nilai karakter. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 16
MELAKSANAKAN TINDAK LANJUT DENGAN MEMBERIKAN ARAHAN KEGIATAN YANG MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan demikian.
TABEL 17
MELAKSANAKAN REFLEKSI ATAU MEMBUAT RANGKUMAN DENGAN MELIBATKAN PESERTA DIDIK
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru melaksanakan refleksi dengan melibatkan seluruh peserta didik. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 18
PENILAIAN DIARAHKAN UNTUK MENGUKUR PENCAPAIAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru melakukan penilaian yang diarahakan untuk mencapai nilai karakter berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
2. Pelaksanaan kegiatan Inbound untuk mendukung penerapan karakter berbasis multiple intelelligence (kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual).
TABEL 1
MEMPERSEMBAHKAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN INBOUND.
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru memberikan waktu untuk melaksanakan kegiatan inbond. Hal ini ditunjukan oleh 3 responden atau 100% yang menyatakan hal tersebut
TABEL 2
MEMPERHATIKAN MOMENTUM YANG TEPAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN INBOUND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru sangant memperhatikan momentum untuk kegiatan inbound. Hal ini ditunjukan oleh 3 atau 60% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 3
MELAKUKAN PENGORGANISASIAN DENGAN BAIK DENGAN MENETAPKAN KEGIATAN INBOUND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru melakukan pengorganisasian dengan menetapkan kegiatan inbound. Hal tersebut ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 4
MENETAPKAN INDIKATOR-INDIKATOR SETIAP JENIS KEGIATAN INBOUND YANG AKAN DILAKSANAKAN
Dari tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru menetapkan indicator setiap jenis kegiatan inboud. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 5
MENETAPKAN TUJUAN SETIAP JENIS KEGIATAN INBOUND YANG AKAN DILAKSANAKAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menetapkan tujuan kegiatan inbound. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 6
MENGIDENTIFIKASI NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE YANG RELEVAN SETIAP KEGIATAN INBOUND YANG AKAN DILAKSANAKAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru mengidentifikasi nilai karakter multiple intelligence setiap kegiatan inbound. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 7
TIM PEMBINA DAN FASILITATOR MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN YANG TEPAT SESUAI KEBUTUHAN YANG AKAN DIGUNAKAN DALAM SETIAP JENIS KEGIATAN INBOUND
dari data tersebut menujukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan pada kegiatan inbound. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 8
TIM PEMBINA/FASILITATOR MENGKONDISIKAN RUANGAN/TEMPAT YANG AKAN DIGUNAKAN DALAM KEGIATAN INBOUND GUNA MEMFASILITASI PENCAPAIAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru memfasilitasi tempat yang akan digunakan dalam kegiatan inbound untuk pencapaian nilai karakter. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan sebagian besar hal tersebut.
TABEL 9
MEMASTIKAN SISWA DAPAT MELAKSANAKAN KEGIATAN INBOUND DENGAN AMAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru memastikan bahwa siswanya melakukan kegiatan inboun dengan aman. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 10
FASILITATOR MEMPERHATIKAN KARAKTERISTIK SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN INBOUND
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan inbound di fasilitasi oleh sekolah dasar di kecamatan telaga biru. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau responden yang menyatakan sangat dalam fasilitas kegiatan inbound
TABEL 11
JENIS-JENIS KEGIATAN INBOUND DAPAT MENGEMBANGAN KEMAMPUAN DAN KREATIVITAS SISWA SESUAI NILAI KARAKTER MULTIPLE INTELLIGENCE YANG TELAH DITETAPKAN
Dari tebel tersebut menunjukan bahwa jenis kegiatan inbound di sekolah dasar sekecamatan telaga biru dapat mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan nilai karakter. Hal ini ditunjukan dengan 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 12
KEGIATAN INBOUND UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN RASA TANGGUNG JAWAB SOSIAL SISWA
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan inbound di sekolah sekecamatan telaga biru dapat mengembangkan kemampuan dan tanggung jawab social. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut
TABEL 13
KEGIATAN INBOUND UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SUASANA RILEKS, MENGGEMBIRAKAN, DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA YANG MENUNJANG PROSES PERKEMBANGAN MENTALNYA
Dari data menunjukan bahwa kegiatan inbound disekolah dasar sekecamatan telaga biru dapat menggembirakan siswa yang menunjang perkembangan mentalnya. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
3. Pelaksanaan kegiatan Outbond sebagai bentuk Aplikatif Penerapan Nilai Karakter Berbasis Multiple Intelligence
TABEL 1
MEMPERHATIKAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN INBOUND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru memperhatikan waktu kegiatan outbond. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan hal tersebut
TABEL 2
MEMPERHATIKAN MOMENTUM YANG TEPAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN OUTBOND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamaan telaga biru memperhatikan momentum kegiatan outbond. Hal ini di tunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan demikian.
TABEL 3
MELAKUKAKAN PENGORGANISASIAN DENGAN MENETAPKAN MATERI KEGIATAN OUTBOND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru melakukan dan menetapkan kegiatan outbond. Hal ini menunjukan bahwa 4 atau 80% responden yang menyatakan demikian.
TABEL 4
MENETAPKAN INDIKATOR SETIAP JENIS KEGIATAN OUTBOND YANG AKAN DILAKSANAKAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar di kecamatan telaga biru menetapkan indicator setiap jenis kegiatan outbond yang akan dilaksanakan. Hal ini ditunjukan oleh tabel diatas.
TABEL 5
MENGIDENTIFIKASI NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE YANG RELEVAN DENGAN TIAP-TIAP KEGIATAN OUTBOND YANG AKAN DILAKSANAKAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru mengidentifikasi nilai karakter dengan tiap-tiap kegiatan outbond. Hal ini ditunjukan dengan tabel diatas
TABEL 6
FASILATOR MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN YANG AKAN DIGUNAKAN DALAM KEGIATAN OUTBOND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar dikecamatan telaga biru menyiapakan alat dan bahan dalam kegiatan outbond. Hal ini ditunjukan oleh tabel diatas.
TABEL 7
MENGKONDISIKAN RUANG/TEMPAT YANG AKAN DIGUNAKAN DALAM KEGIATAN OUTBOND JUGA MEMFASILITASI PENCAPAIAN NILAI KARAKTERBERBASIS MULTIPLE INTELLGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamtan telaga biru mengkondisikan tempat untuk kegiatan outbond yang memfasilitasi nilai karakter. Hal ini ditunjukan oleh tabel diatas.
TABEL 8
FASILATOR MEMASTIKAN SISWA DAPAT MELAKSANAKAN KEGIATAN OUTBOND DENGAN AMAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru memfaslitasi siswa dalam kegiatan outbond dengan aman. Hal ini ditunjukan oleh tabel diatas.
TABEL 9
FASILATOR MEMPERHATIKAN KARAKTERISTIK SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN OUTBOND
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru memperhatikan siswa dalam mengikuti kegiatan outbond. Hal ini ditunjukan sesuai dengan tabel diatas
TABEL 10
PELAKSANAAN KEGIATAN OUTBOND UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN KREAKTIFITAS SISWA SESUAI KEMAMPUAN DAN KREAKTIVITAS SISWA SESUAI NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut 4 atau 60% responden menyatkan bahwa pelaksanaan kegiatan outbond disekolah dasar sekecamatan telaga biru mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan nilai karakter multiple intelligencen. Hal ini sesuai dengan tabel diatas.
TABEL 11
PELAKSANAA KEGIATAN OUTBOND UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN RASA TANGGUNG JAWAB SOSIAL SISWA
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan outbond disekolah dasar sekecamatan telaga biru bertujuan mengembangkan rasa tanggung jawab siswa. Hal ini ditunjukan sesuai denan tabel diatas.
TABEL 12
PELAKSANAAN KEGIATAN OUTBOND UNTUK MENGEMBANGKAN SUASANA RILEKS MENGEMBIRAKAN DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA YANG MENUNJANG PROSES PENGEMBANGAN KARAKTERISTIK SISWA
Dari data tersebut menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan outbond di sekolah dasar sekecaatan telaga biru mengembangkan suasana yang menyenangkan bagi siswa. Hal ini ditunjulan oleh data tabel diatas
TABEL 13
PELAKSANAAN OUTBOND MENGARAHKAN SISWA AGAR DAPAT MENGERTI BAGAIMANA UNTUK DAPAT MENJADI ANGGOTA KELOMPOK,MENGALI PEMAHAMAN TERHADAP DIRI SENDIRI DAN NILAI-NILAI DALAM BERINTERAKSI DENGAN KELOMPOK/ORANG LAIN GUNA PENGUATAN KARAKTER
Hal ini menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan outbond disekolah dasar sekecamatan telaga biru dapat memberi pemahaman diri sendiri dan kelompok dengan penguatan nilai karakter multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh tabel diatas
TABEL 14
OUTBOND MENJADI WAHANA REKREASI YANG LEBIH BERMAKNA UNTUK KEBERSAMAAN DALAM KELOMPOK YANG TANGGUNG DAN MATANG GUNA PENGUATAN KARAKTER
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan outbond disekolah dasar sekecamatan telaga biru dapat memberi penguatan nilai karakter berbasi multiple intelligence.
TABEL 15
FASILATOR MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN
Dari data tersbut menunjukan bahwa fasilitator di sekolah sekecamatan telaga biru dapat meningkatkan kemampuan siswa. Hal tersebut ditunjukan sesuai dengan tabel diatas.
TABEL 16
MENINGKATKAN KEBERSAMAAN DAN RASA SALING PERCAYA ANTAR SISWA DALAM MELAKUKAN KEGIATAN OUTBOND
Dari tabel diatas menunjukan bahwa kegiatan outbond disekolah dasar sekecamtan telaga biru dapat meningkatkan kebersamaan dan kepercayaan antara siswa. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 17
MENINGKATKAN KEBERSAMAAN DAN RASA SALING PERCAYA ANTAR SISWA DALAM MELAKUKAN KEGIATAN OUTBOND
Dari tabel diatas menunjukan bahwa kegiatan outbond disekolah dasar sekecamtan telaga biru dapat meningkatkan kebersamaan dan kepercayaan antara siswa. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 18
OUTBOND SEBAGAI PENYEGARAN DAN SARANA REKREASIONAL UNTUK MENERAPKAN NILAI KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa kegiatan outbond di sekolah dasar sekecamatan telaga biru sebagai penyelenggara dan saran rekreasional dalam penerapan nilai karakter. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
4. Pembinaan Kompetensi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Dalam Mengelola Pendidikan Karakter Berbasis Multiple Intelligence
TABEL 1
MELAKSANAKAN MODEL PEMBINAAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SECARA BERVARIASI
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru melakukan model pembinaan kompentensi pendidik secara bervariasi. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan demikian.
TABEL 2
FREKUENSI PEMBINAAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Data tersebut menunjukan bahwa frekwensi pembinaan kompensi pendidik dan tenaga kependidikan disekolah dasar sekecamatan telaga biru haruslah diusahakan frekwensi pembinaanya. Hal ini ditunjukan 4 atau 80% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 3
MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS GURU, KEPALA SEKOLAH UNTUK MENGELOLA PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru mengidentifikasi kebutuhan kapasitas guru gun mengelola pendidikan berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 3 atau 60% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 4
MENGIDENTIFIKASI KELEMAHAN GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS DALAM MENGELOLA PENDIDIKAN KARAKTER SELAMA INI
Dari data tersebut menujukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru kurang mengidentifikasi kelemahan guru, dan telaga pendidik dlam mengelola pendidikan karakter. Hal ini ditunjukan oleh 3 atau 60% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 5
MENENTUKAN TUJUAN PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS DALAM MENGELOLA PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru mementukan tujuan pelatihan untuk mengkatkan kemampuan guru, kepala sekolah dan pengawas. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 6
MEMILIH KURIKULUM, MATERI YANG TEPAT SESUAI DENGAN TUJUAN DAN KEBUTUHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS DALAM MENGELOLAH PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru memilih kurikulum pendidikan karakter babasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% yang mengatakan hal tersebut,
TABEL 7
MEMILIH STRATEGI YANG TEPAT AGAR KEMAMPUAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS DALAM MENGELOLAH PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru memilih strategi yang tepat agar kemampuan guru dalam mengolah pendidikan karakter berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 8
MENDAPATKAN SUMBER YANG MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN BAGI PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS DALAM MENGELOLAH PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa sumber pembelajaran disekolah dasar sekecamatan telaga biru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pendidikan karakter berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 3 atau 60% yang menyatakan hal tersebut
TABEL 9
MELAKUKAN PELATIHAN SECARA KONTINU SESUAI DENGAN JADWAL YANG TELAH DIRENCANAKAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa disekolah dasar sekecamatan telaga biru kurang melakukan pelatihan secara kontinu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini ditunjukan oleh 3 atau 60% responden yang menyatakan hal tersebut.
5. Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah yang Didalamnya Memuat Tentang Pengelolaan Pendidikan Karakter Berbasis Multiple Intelligence
TABEL 1
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH MEMUAT PROGRAM KEGIATAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
Dari data tersebut menunjukan bahwa rencana kegiatan dan anggaran sekolah dasar sekecamatan telaga biru memuai program pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
TABEL 2
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH DISUSUN BERSAMA MELIBATKAN SEMUA PERSONIL SEKOLAH DALAM MEMIKIRKAN KEGIATAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE YANG MENJADI PROGRAM SEKOLAH
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru melakukan rencana dan anggaran sekolah disusun bersama melibatkan semua personil sekolah dalam memikirkan pendidikan karakter. Hal ini ditunjukan oleh 5 atau 100% responden yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 3
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH YANG MEMUAT PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE DISOSIALISASIKAN KEPADA PIHAK TERKAIT
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru mengguanakan rencana kegiatan dan anggaran sekolah yang memuat pendidikan karakter berbasis multiple intelligence disosialisakan kepada pihak tertentu. Hal ini ditunjukan oleh 4 atau 80% responden yang menyatakan demikian.
TABEL 4
KEGIATAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE MENDAPATKAN PROPORSI ANGGARAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
Dari data tersebut menunjukan bahwa sekolah dasar sekecamatan telaga biru menggunakan kegiata pengelolaan pendidikan karakter berbasis multiple intelligence. Hal ini ditunjukan oleh 3 atau 60% yang menyatakan hal tersebut.
TABEL 5
SUMBER DANA UNTUK MEMBIAYAI KEGIATAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE BERASAL DARI SUMBER DANA YANG BERVARIASI
Dari data tersebut menunjukan bahwa seumber dana sekolah dasar sekecamatan telaga biru kurang untuk membiayai kegiatan pengelolaan pendidikan karakter berbasis multiple intelligence.
BAB 5
PENUTUP
1. Kesimpulan
Mengenai Penyusunan program dan Pelaksanaan Integrasi Nilai Karakter Berbasis Multiple Intelligence dalam mata Pelajaran
Sekolah dasar sekecamatan telaga biru semua menyusun program serta pelaksanaannya terintegrasi dengan nilai karakter berbasis multiple intelligence
Pelaksanaan kegiatan inbound untuk mendukung penerapan karakter berbasis multiple intelligence
Pelaksanaan inbound di sekolah dasar sekecamatan telaga biru memberikan hasil bahwa dalam hal penetapan tujuan inbound serta penentuan indikator keberhasilan terlaksana dengan baik dan mendukung nilai karakter berbasis multiple intelligence.
Pelaksanaan kegiatan outbound sebagai bentuk aplikatif penerapan Nilai karakter berbasis Multiple intelligence
Dalam pelaksanaan outbound dalam menyediakan waktu dan tempat sekolah biasanya melakukan setelah jam pelajaran dan kegiatan outbond mendukung nilai karakter berbasis multiple intelligence
Pembinaan Kompetensi Pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
Dalam hal frekuensi pembinaan kompetensi disekolah dasar sekecamatan telaga biru relatif sedikit namun selalu dilakukan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan serta kekurangan guru, serta melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Setiap sekolah juga menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
2. SARAN
1. Sumber dana pembiayaan pendidikan untuk meningkatkan pendidikan karakter hendaknya di danai oleh instansi-instansi pendidikan
2. pelatihan harusnya dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan jadwal untuk meningkatkan pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
3. harusnya pendidikan di sekolah dasar sekecamatan telaga biru mengidenfikasi kelemahan pendidik sebagai cara untuk meningkatkan pendidikan karakter berbasi multiple intelligence
4. Frekuensi pembinaan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan haruslah ditingkatkan untuk mengelola pendidikan karakter berbasis multiple intelligence
Komentar
Posting Komentar